LAPORAN TUGAS MANDIRI 1 ORKOM





LAPORAN TUGAS MANDIRI
ORGANISASI KOMPUTER DAN SISTEM OPERASI
BAHASA RAKITAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZBkAzztQ3cNCWNq74UB9SdI0de6P1E8jSSzm13MDHNmUkGDqIb4R80pi8w28dEl5h6BFOtx2FR06rWLtRTkRhLpmEkzH2tPOoXphK8E_nUG7iF8w9r3cOOFieLqBfL7tvZWda_hrEiRs/s1600/logo+trisakti.jpg





Disusun Oleh Kelompok B :

MUHAMAD ICHSAN G (064001600023)
DIMAS ADI PRATAMA (064001600003) 


Teknik Informatika
Fakultas Teknologi Industri
Universitas Trisakti
Jakarta – Indonesia
2017


Tujuan

Laporan ini dibuat untuk menyelesaikan tugas mandiri pertama matakuliah Organisasi computer dan Sistem Operasi. Selain itu, hal ini juga beguna sebagai panduan umum penggunaan bahasa rakitan dengan menggunakan turbo assembly


Teori Percobaan


Bahasa rakitan atau lebih umum dikenal sebagai Assembly adalah bahasa pemrograman tingkat rendah yang digunakan dalam pemrograman komputer, mikroprosesor, pengendali mikro, dan perangkat lainnya yang dapat diprogram. Bahasa rakitan mengimplementasikan representasi atas kode mesin dalam bentuk simbol-simbol yang secara relatif lebih dapat dipahami oleh manusia. Berbeda halnya dengan bahasa-bahasa tingkat tinggi yang berlaku umum, bahasa rakitan biasanya mendukung secara spesifik untuk suatu ataupun beberapa jenis arsitektur komputer tertentu. Dengan demikian, portabilitas bahasa rakitan tidak dapat menandingi bahasa-bahasa lainnya yang merupakan bahasa pemrograman tingkat tinggi. Namun, bahasa rakitan memungkinkan programmer memanfaatkan secara penuh kemampuan suatu perangkat keras tertentu yang biasanya tidak dapat ataupun terbatas bila dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman tingkat tinggi.

Pada bahasa rakitan, programmer umumnya menggunakan sebuah program utilitas yang disebut sebagai perakit (bahasa Inggris: assembler) yang digunakan untuk menerjemahkan kode dalam bahasa rakitan tersebut ke dalam kode mesin untuk perangkat keras tertentu. Sebuah perintah dalam bahasa rakitan biasanya akan diterjemahkan menjadi sebuah instruksi mnemonic dalam kode mesin, berbeda halnya dengan kompiler pada bahasa pemrograman tingkat tinggi yang menerjemahkan sebuah perintah menjadi sejumlah instruksi dalam kode mesin.

Beberapa perangkat lunak bahasa rakitan terkenal biasanya menyediakan tambahan fitur untuk memfasilitasi proses pengembangan program, mengontrol proses perakitan, dan alat bantu pengawakutuan (debugging).


CARA PERCOBAAN

  1. Karena tasm hanya bisa digunakan OS 32 bit maka kita install aplikasi tambahan yaitu DOS box.

  1. Extrak file tasm ke directory C:/















  1. Sourcode
  1. Buka Dos box


  1. Lakukan perintah “mount c: c:\”


  1. Lakukan perintah “ C:”


  1. Lakukan perintah “cd tasm\bin” untuk masuk ke folder bin


  1. Lakukan perintah “tasm namafile.asm” untuk mengcomplie



  1. Lakukan perintah “tlink namafile.obj”


  1. Lakukan perintah “dir namafile.*



  1. Lakukan perintah “namafile” untuk menjalankan program dan lihat hasilnya



  1. selesai


Data – Data


KESIMPULAN
          

Dengan menggunakan sourcode tersebut maka kita bisa menampilkan warna yang sudah disusun. Maka dari itu tugas ini juga dapat menyelesaikan tugas mandiri organisasi komputer dalam menyusun suatu program berdasarkan bahasa Assembly dengan minimal 125 baris. Hal tersebut dapat menambah pengalaman dan kemampuan kita dalam memprogram dengan bahasa rakitan tersebut.

SHARE ON:

Hello guys, I'm Tien Tran, a freelance web designer and Wordpress nerd. Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque laudantium, totam rem aperiam, eaque ipsa quae.

    Blogger Comment

0 komentar:

Posting Komentar